bulan masih setia di pucuk kelapa semilir mengikuti empat arah angin bergantian menggulung asap memacunya ke lipatan bambu yang kemarin sore dianyam di atasnya, daging kelapa menyusut. “dari delapan jadi lima” katamu. berlahan, memasuki rapat-siang angin hanya bergerak dua arah selatan dan utara. dua penjaga api lelap di atas dipan. di bawah ruang tiga kali tiga itu bara yang satu berubah jadi empat mata api. Teluk Buli, Tettina, 10 November 2014
Mata Api
Bagikan tulisan ini:
Dapatkan tulisan baru Suluk Kata lewat surel: