Penulis: M. Said Marsaoly
-

Waktu
Di sela nafas / Di antara dua detak jantung, / ada jalan kecil / tak selalu lurus. / kamu menyebutnya waktu— / tapi leluhur memanggilnya lain:
-

Rendra, ‘Hai Ma!’
Dari sekian puisi-puisi Rendra, salah satu yang saya suka adalah ‘Hai, Ma!’ ditulis 1992, saat ia tampak matang sebagai penyair dan manusia. Puisi itu…
-
Muhammad
Kita menyebut namanya. Seperti memanggil sesuatu yang jauh, tapi hadir di ruang yang tak bisa kita ukur.
-

80 Tahun: Garuda, Naga dan Lain-lain
Indonesia merdeka delapan puluh tahun. Saya teringat cerita Garuda—burung perkasa yang turun melawan naga—setelah menonton The Guardian of Nusantara karya…
-

Membaca Ulang The Empty Seashell sebagai Semiotika Ekstraktivisme di Teluk Buli
Saya mengenal Nils Bubandt saat masih duduk di bangku SMP. Orang Buli, karib menyapanya dengan “Mister”. Setiap kali berpapasan di jalan, sapaan yang…
-

Yang Terjaga
Pagi itu langit mendung, cahaya putih merambat dari balik tirai jendela. Udara basah. Suara langkah kaki di lantai terasa lebih lambat dan waktu seolah…
-

Energi Bersih, Jejak Kotor di Halmahera
Peletakan batu pertama pembangunan pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) terintegrasi di Halmahera Timur, Maluku Utara, pada 29 Juni 2025 sudah…
-

Cincin Itu
Jemarinya tak mengepal, kadang mengibas di hadapan pecintanya. Ia lebih sering menggenggam sunyi dengan tafakur yang dalam, menahan kata, menyentuh waktu.
-

Veil
wajah itu. / tertutup jaring tipis, / seperti malam yang tak sepenuhnya jatuh. / gaun hitam berpayet—
-

Sama Huruf
Di taman kata berjumpa kita / huruf-huruf mendamba / dieja sebagai cinta. / Memburu arti / menyatu / dan menyatakan diri.