Kategori: Puisi
Puisi: catatan batin, doa, dan duka.
-

Waktu
Di sela nafas / Di antara dua detak jantung, / ada jalan kecil / tak selalu lurus. / kamu menyebutnya waktu— / tapi leluhur memanggilnya lain:
-
Muhammad
Kita menyebut namanya. Seperti memanggil sesuatu yang jauh, tapi hadir di ruang yang tak bisa kita ukur.
-

Veil
wajah itu. / tertutup jaring tipis, / seperti malam yang tak sepenuhnya jatuh. / gaun hitam berpayet—
-

Sama Huruf
Di taman kata berjumpa kita / huruf-huruf mendamba / dieja sebagai cinta. / Memburu arti / menyatu / dan menyatakan diri.
-

Elegi Karbala
padang sunyi / debu melilit kaki / matahari pucat / di atas pasir / tenda-tenda bergetar / angin menangis / mata anak / basah menatap kuda
-
Udang, Sungai, Ekskavator
udang sembunyi / di balik batu, lumpur, doa / gigi baja cabik dasar / sungai berdarah
-

Pohon Hafal Cahaya
pohon mangga itu berbunga / seperti luka yang memilih diam / bunga-bunga tak pertanda musim / tapi kode / tak sempat dikirim ke langit / tumpukan batu
-

Primata
Di atas tulang, berdiri daging. / Di atas daging, berdiri nafsu. Di atas nafsu, berdiri bendera. / Tangan. Menggenggam. Menghantam. Merobek.
-

Ontologi Retak
Di ruang tanpa nama, / warna hanya bayang dari sesuatu yang tak pernah lahir. / Garis-garis patah melayang, / seperti suara kehilangan mulutnya.
-

Iran
Di dalam tanah / yang tak punya jendela, / sebuah suara memoles peluncur-peluncur palsu / seperti mengasah pisau / untuk memotong bayangan sendiri.