Perisai Salawaku

Suluk Kata

Kata-Makna-Rasa

Mata Api

bulan masih setia di pucuk kelapa
semilir mengikuti empat arah angin
bergantian menggulung asap
memacunya ke lipatan bambu yang kemarin sore dianyam

di atasnya, daging kelapa menyusut.
“dari delapan jadi lima” katamu.
berlahan, memasuki rapat-siang
angin hanya bergerak dua arah

selatan dan utara.
dua penjaga api lelap di atas dipan.
di bawah ruang tiga kali tiga itu
bara yang satu berubah jadi empat mata api.

Teluk Buli, Tettina, 10 November 2014

Dapatkan tulisan baru Suluk Kata lewat surel:

Tulisan lain