Elegi Karbala

padang sunyi
debu melilit kaki
matahari pucat

di atas pasir
tenda-tenda bergetar
angin menangis

mata anak
basah menatap kuda
tanpa penunggang

pedang berkilat
mencabik jubah hijau
langit muram

matahari
menusuk kulit bumi
darah hangat

di balik tenda
rautan wajah Fatimah
guncang isak

bayi haus
lidahnya tak bersuara
di dada ibu

sungai jauh
dijaga serdadu
air menangis

seruan husain
“tak kutinggalkan Tuhan”
padang terdiam

panah melayang
seperti burung besi
menusuk dada

bumi retak
menelan tubuh suci
gumam doa

di atas pasir
tak ada lagi suara
hanya angin

bulan terbit
merah wajah cahayanya
malam berduka

pasir menyimpan
bau darah dan takdir
untuk manusia

nama husain
terukir di langit merah
tak lekang waktu

Teluk Buli, Muharam 1447 H

Dapatkan tulisan baru Suluk Kata lewat surel:

Tulisan lain