Veil

@Elizabethvanderblank
wajah itu.
tertutup jaring tipis,
seperti malam yang tak sepenuhnya jatuh.

gaun hitam berpayet—
berkilau lembut, seperti waktu tak ingin selesai.
Ia berdiri, entah siapa.
kita tak tahu apa yang ia tunggu.
tapi kita tahu,
ada hal-hal yang tetap berdiri
bahkan ketika dunia berganti musim.

kadang, apa yang menutup justru memperlihatkan.
tabir itu, veil itu,
adalah cara tubuh menjaga martabatnya
di hadapan mata yang selalu ingin tahu lebih.

di zaman ini, ketika semua ingin terbuka,
veil adalah pemberontakan yang bisu.
sebab tak segalanya
perlu dijelaskan.

ada keindahan
yang tak ditentukan oleh zaman,
tapi oleh bagaimana ia menolak
menjadi milik siapa pun.
perempuan itu tak menjawab.
dan mungkin karena itu,
kita tetap melihatnya.

Teluk Buli, 21 Juli 2025

Dapatkan tulisan baru Suluk Kata lewat surel:

Tulisan lain