Sama Huruf

(Kepada Dia)

Di taman kata berjumpa kita
huruf-huruf mendamba
dieja sebagai cinta.

Memburu arti
menyatu
dan menyatakan diri.

Kita hanya lelambang bunyi,
mewakili yang tersembunyi.

Menjelma kata tanpa kelamin,
titah Tuhan yang tertahan —
meskipun serba mungkin.

Terlontar dari jiwa, terlempar dari rahasia,
segala yang gaib
terurai lewat tanda.

Kita hanya kurir penyampai pesan,
hidup cuma mampir
dan terabaikan.

Kita bermimpi merengkuh cinta,
terikut juga
benci dan dusta.

Tak ada yang lebih buatku bahagia,
selain kau dan aku
tercipta dari huruf-huruf yang sama.

Jogja, 2018

Dapatkan tulisan baru Suluk Kata lewat surel:

Tulisan lain