pohon mangga itu berbunga
seperti luka yang memilih diam
bunga-bunga tak pertanda musim
tapi kode
tak sempat dikirim ke langit
tumpukan batu
adalah alfabet yang gagal
menyusun rumah
atau nisan
atau kalimat pembuka
daun-daun berdesakan
seperti nama-nama yang tertinggal
di formulir sensus
dalam bahasa yang tak sempat diterjemahkan
kabel-kabel
melintang di langit
seperti ingatan diputus paksa
oleh seseorang
yang pernah kita percaya
rumput tumbuh di antara plastik
dan papan-papan lapuk
seperti keinginan yang dibuang
sebelum sempat diucapkan
dan pohon itu—
tetap di sana
menghafal cahaya
menggenggam waktu
yang tak pernah ditanam siapa-siapa
Teluk Buli, 2025
M. Said Marsaoly menulis esai, puisi, dan cerpen dari Teluk Buli, Halmahera Timur. Pegiat di Salawaku Institute (salawakuinstitute.org).